Kasus CENTURY

21 Okt

“Saat krisis terjadi, BI dan pemerintah tidak akan memiliki cukup waktu untuk berdebat. Kebijakan mendasar harus diputuskan tidak dalam hitungan hari, namun hitungan jam, bahkan menit. Terlambat sedikit saja bisa menghancurkan pasar keuangan.”

 

Bambang Soesatyo

Anggota DPR Fraksi Golkar dan Anggota Pansus

 

Okezone.com, 9 Oktober 2008

“Pemerintah harus menentukan manuver-manuver politiknya dan segera

melakukan tindakan untuk meredam krisis yang sedang melanda Indonesia.

Pemerintah sebaiknya mengambil langkah nyata selagi Indonesia belum merasakan benar jalaran badai krisis AS.” 

 

Drajad Wibowo

Ekonom dan Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN (2004-2009)

 

Suarakaryaonline.com, 22 November 2008

“Negara harus melakukan penyelamatan karena proses business to business tidak bisa direalisasikan. Mungkin juga karena penyelamatan secara bisnis maupun legal tidak layak? kasus Bank Century dikhawatirkan menimbulkan kecemasan masyarakat menyangkut keamanan dana mereka di perbankan nasional. Karena itu, pemerintah makin urgen menerapkan penjaminan penuh terhadap simpanan masyarakat di perbankan.”

 

Drajad Wibowo

Ekonom dan Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN (2004-2009)

 

Suara Pembaruan, 13 Oktober 2008

“?Pemerintah harus segera bertindak cepat guna mengantisipasi krisis yang sudah melanda pasar modal meluas ke perbankan.”

Maruarar Sirait

Anggota DPR Fraksi PDI-P dan Anggota Pansus

 

Kompas.com, 2 Desember 2008

“Perekonomian Indonesia sekarang ibarat menyimpan api dalam sekam. Bila tidak diselesaikan dengan cepat akan berdampak sistemik terhadap berbagai sektor. Terutama perbankan, masalah yang terjadi dengan Bank Century bisa saja terjadi dengan bank-bank lain. Jangan diremehkan. Harus ada antisipasi dari pemerintah dan BI.”

 

Melchias Markus Mekeng

Komisi XI DPR Fraksi Golkar dan Anggota Pansus

 

Inilah.com, 13 November 2008

“Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini baru tahap awal. Sebab, masih akan ada lagi tahap-tahap yang lebih parah jika pemerintah tidak tanggap dan sadar. Perekonomian pada 2008 adalah tahun gelembung, karena banyak perusahaan yang berpusat di sektor finansial.”

 

Rizal Ramli

Ekonom Econit

 

Opiniindonesia.com, 10 Oktober 2008

“Kehancuran ekonomi di Amerika sudah menjalar ke mana-mana, tidak hanya sektor finansial.”

 

Hendri Saparini

Ekonom Econit

 

Sumber: Buku Putih Departemen Keuangan RI

 

 

KRONOLOGI KASUS CENTURY

 

13 November 2008

Bank Century gagal kliring. Gubernur BI dan Menteri Keuangan pertama kali bahas kasus Century.

 

14 November 2008

Presiden memerintahkan Menteri Keuangan kembali ke Tanah Air untuk mengatasi kondisi perekonomian.

 

21 November 2008

Century diselamatkan pemerintah dengan dana awal penyelamatan Rp 632 miliar.

 

28 April 2009

Laporan Keuangan LPS yang sudah diaudit BPK diterima oleh DPR dan Presiden. Di dalamnya disebutkan soal penyelamatan Century dengan dana sudah mencapai Rp 6,1 triliun.

 

27 Agustus 2009 

DPR pertama kalinya mempersoalkan penyelamatan Century dan mengaku kaget kucuran dana mencapai Rp 6,76 triliun, padahal setahu mereka hanya Rp 1,3 triliun.

 

31 Agustus 2009

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Century tak layak diselamatkan dan dirinya tak pernah dilapori oleh Menteri Keuangan dan BI.

 

2 September 2009

BPK mulai melakukan audit investigasi kasus Century.

 

26 Oktober 2009

Rapat gabungan Komisi Hukum dan Keuangan DPR merekomendasikan pembentukan Panitia Angket Century.

 

20 November 2009

Laporan final audit BPK rampung, diindikasikan ada sembilan pelanggaran.

 

1 Desember 2009

Panitia Angket Century terbentuk

 

 

Ke Mana Rp 6,7 Triliun Mengalir

 

Panitia Angket hingga kini tak berhasil mengungkap aliran dana penyelamatan Century Rp 6,76 triliun. Belum secuil pun bukti diperoleh yang bisa menguatkan dugaan penyimpangan dana itu ke Partai Demokrat dan kalangan Istana. Inilah data sementara aliran dana hasil penelusuran ,Tempo:

 

a. Penggantian dana nasabah: Rp 4 triliun 

– Nasabah di bawah Rp 2 miliar yang dijamin (7.550 nasabah): Rp 2,14 triliun.

– Nasabah di atas Rp 2 miliar yang tidak dijamin: Rp 1,86 triliun 

* Individu (250): Rp 1,3 triliun 

* BUMN (20): Rp 271 miliar (antara lain Jamsostek Rp 120 miliar, Telkom Rp 70 miliar, PT Timah) 

* Korporat (800): Rp 291 miliar 

 

b. Pembayaran kewajiban pinjaman antarbank Rp 300 miliar 

c. Pemenuhan giro wajib minimum Rp 280 miliar 

d. Dana cadangan: Rp 2,2 triliun (hingga sekarang masih utuh untuk pemenuhan CAR 8 %)

– Surat Utang Negara (SUN) Rp 923 miliar 

– Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Rp 1,1 triliun 

– Fasilitas Bank Indonesia (FasBI) Rp 200 miliar 

 

Berapa ke Kantong Boedi Sampoerna? 

Boedi Sampoerna, sebagai nasabah terbesar Century dengan simpanan Rp 2,1 triliun, disebut-sebut penikmat terbesar dana penyelamatan Rp 6,7 triliun. Dari penelusuran Tempo, hingga Agustus 2009 ternyata baru Rp 300 miliar yang mengalir ke kantongnya. 

 

Dari dana penyelamatan Rp 6,7 triliun: 

– November 2008-Maret 2009: Rp 50 miliar 

 

Dari dana simpanan nasabah Century: 

– April-Mei 2009: Rp 50 miliar 

– Juni-Agustus 2009: Rp 200 miliar 

 

Bank penerima transfer pencairan dana Boedi Sampoerna di Century: 

– Bank Mandiri 

– Bank Central Asia 

– Bank Rakyat Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: